Senin, 21 Februari 2011

Her Morning Elegance / Oren Lavie

contra-fiction

i can't make it connected
win the fight and fly with kite
just laugh in the real life
making money and youth gone wild

*it's a contra-fiction

laying naked in my room
slim fit jeans and born to wet
fucked up contraception
i'm high in abstract life

*it's a contra-fiction


dan telah ku buktikan bahwa fiksi itu ada dalam realita, tak perlu kau tentang karena pada saatnya nanti kau akan mengerti.
terlalu berbahaya bagi yang belum dewasa


terhimpit diantara realita dan dusta

aku bukan diriku, aku adalah kamu, kamu yang selalu ada di lajur kehidupanku


sebuah tulisan tangan dibawah alam sadar seorang pengembara dari antah berantah mengatakan bahwa “sering kita mengartikan bahwa semua yang tidak dapat kita definisikan kita sangka sebagai tuhan, tapi apakah kita kerap menyadari bahwa sebenarnya tuhan itu adalah diri kita sendiri?”
saya seorang pemuda biasa yang tidak berbeda dengan orang lain, mengkonsumsi makanan, menikmati kehidupan, dan sangat-sangat naif. suatu saat teman saya memberikan suatu benda yang dia sebut sebagai bagian dari pohon khuldi (buah khuldi adalah buah yang dimakan oleh adam dan hawa di surga sehingga mereka diturunkan ke bumi). teman saya berkata “disaat kamu bimbang untuk menentukan apakah kiri itu neraka atau kanan itu surga, maka kamu telah dibutakan oleh radikalisme yang tertanam sangat dalam di otakmu. ini adalah alasan mengapa adam dan hawa harus ke dunia” aku mencoba untuk menikmati setiap inci dari keliaran khuldi. “ingat setiap incinya adalah keringat dan derita dari para pekerja dan setiap detik yang kau lewati adalah karunia yang maha kuasa”
aku tersentak saat jiwa ini diangkat perlahan oleh 7 bidadari yang turun dari khayangan. “ini bukanlah seperti yang kau baca dalam kisah-kisah sufi, tapi inilah realita” kata-kata itu terlontar dari mulut-mulut kecil para bidadari yang memegang erat tubuhku. apakah ini jihad?
sesaat kutemui seorang kakek berpakaian putih dan menunjukan telunjuknya ke arah bawah. “lihat lah, itu kau, sadarkah apa ini? royal - mewah? atau kau jilat sendiri kata-kata yang pernah kau ikrarkan?” aku terdiam bingung. “putar kepalamu dan lihatlah” ucapnya. aku pun mencoba memutar kepalaku namun tak bisa, berat rasanya seperti beribu-ribu lokomotif tua berada dipundakku. sejenak ku sadari bahwa otakku telah terbang keluar dari kepalaku, nyanyian malaikat kecil dengan harpanya bergema ditelingaku, sinar-sinar terang mulai membaur menjadi satu kesatuan yang mulai membiusku dan melupakan sejenak kefanaan dari kuasa kerajaan.
aku terbang bebas, aku melayang hingga kudapati langit diatas langit ke 7.
semua bersulang dengan penuh perdamaian
“jangan lupakan aku!!!” suara itu perlahan muncul ditelingaku, entah dari mana asalnya?
kubuka mata ini dan kulihat ragaku berdiri dihadapanku dengan mata yang tersenyum.
“akhirnya kau bisa menyadari bahwa ini adalah jawaban dari semua yang kau cari. akankah kau mengerti bahwa hidup ini hanya satu kali?” aku tersenyum lebar dan merentangkan tanganku. sejenak kuberkata “inilah saat dimana aku bisa memposisikan diriku sebagai tuhan”
“itu lah jawabannya saudaraku, tuhan itu ada pada dirimu, tuhan itu dirimu, dan segala kehendakmu adalah kehendak tuhan” ucapnya. “aku ingin bertanya, apakah maksud tuhan menciptakan pohon khuldi yang terlarang? karena pohon itu lah manusia diturunkan ke dunia, andaikan pohon itu tidak ada maka kita semua akan berada di surga?”

“tanyakan pada para manusia yang menciptakan senjata itu, untuk apa mereka menciptakan senjata itu? andaikan tidak ada senjata kita semua dapat menutup neraka!”




didedikasikan untuk Mrs. Marry Jane di dunia sana

another story from nowhere

untuk sanchez dan suzy, marry jane, azkals, dan Tuhan

hallo Tuhan, sudah lama kita tak berbincang. bila kau baca tulisan ini tak perlu merespon karena ini bukan harapan, tak perlu dimasukan ke hati karena ini bukan sindiran, dan tak perlu diamini karena ini bukan belas kasihan.

hari ini entah kenapa aku rindu padamu. kulihat kau dalam wujud keluargaku, ku dengar kau dalam bentuk musik di pikiranku, dan kurasakan kau dalam bentuk diriku.

hari ini aku masih bisa merasakan kedamaian duniaku.

bentuk kamarku pun masih sama.

aku ingat saat pertama kali janggut ini tumbuh, kau biarkan aku merasakan kedewasaan

saat pertama aku membuat tangis keluar dari mata ibuku, kau biarkan aku mencicipi dosa

Tuhan bila kau masih membaca tulisan ini. terima kasih untuk semua yang kau ciptakan untukku

aku mencintaimu dengan sangat

walaupun aku beribadah dengan caraku

semoga kau sudi menerima cintaku

tiap hembusan nafasku adalah pujian untukmu

tiap jentikan jariku adalah cinta untukmu

tiap dosa yang kubuat adalah kerinduanku padamu

Tuhan, seandainya angka 22 itu adalah anugerah yang kau beri

simpankan angka itu untukku

genggam dan letakan di tempat dimana tak seorang pun tahu pabila malam dan siang itu berbeda

terima kasih untukmu karena menurunkan mereka untukku

sanchez dan suzy, berbahagialah kalian dan teruslah hidup

marry jane, kau akan selalu ada di lajur darahku

azkals, terima kasih karena kau datang malam ini tapi maaf aku harus pergi

Tuhan, datanglah padaku saat kau ingin jabat tanganku

untukmu dengan cinta

-suri