Minggu, 08 April 2012

another story from nowhere #2

untuk Tuhan sang semesta raya, jagad alam, penjaga malam, dan pencipta mimpi

hey tuhan, lama sudah kita tak bertegur sapa, seakan lupa karena terlena dimabuk asmara

apa kabarmu dengan diorama yang sedang kau mainkan? menjadi siapakah dirimu kini?

kabarku sedang berada menatap masa depan

aku pasrah dalam ketiadaan

yang tak bisa mempertanyakan arti kesalahan karena kita terlahir tanpa kesempurnaan

aku bahagia pada posisiku sebagai hambamu yang hina, meski ku sadari bahwa pemetik dawai itu tak lagi bersama

sang pemetik dawai yang telah mematikan namaku di hatinya, yang tak lagi menaruh cinta untukku meski sejengkal jari ini

tuhan, apakah salah aku merasakan kebahagiaan?

rasa yang telah mati entah kapan dan dimana

tuhan, apakah salah aku menemukan rumah?

yang kan ku jaga hingga akhir nafas ini untuknya

untuk siapa ku linangkan air penderitaan ini?

untuk sang sufi yang tak pernah menjawab semua harapan ini?

ataukah untuk mencintai kegelisahan ini?

dambaanku kini terbentang luas di hamparan sejadahku

setia menanti sang kapal yang mencari pelabuhan terakhir

tuhan, akankah penantianku ini akan terjawab?

akankah berjuta pernyataan ini ada akhirnya?

apakah dia harus menjadi histori yang berlalu seperti jumlah kecoa yang kubunuh semasa hidupku?

aku inginkan sang bijak kembali dan menyingkapinya dengan pasti

menjadikannya suatu petisi untuk para anak adam yang menyusun cerita

menjalaninya sebagai takdir yang pasti

kekal dan tak teringkari

tuhan, kalau kau masih membaca surat ini

layak kah aku dibuat asing?

salahkah aku mengorbankannya?

atau salahkah dia mengorbankanku?

tuhan, tetap terangilah langkahku agar aku tetap terjaga di kegelapan abadi mu

biarkan lah dia bernafas dan memilih jalan mu sekali pun itu berliku

tetapkan kami sebagai pasangan yang tak terpisahkan

dawai dengan dawai

cinta dengan cinta

rasa dan aroma

hidupkanlah dia untukku

kekalkan lah hidupnya untukku

bukakanlah kebahagiaannya untukku

biarkanlah aku hidup dalam dirinya

biarkan dia merasakan cinta, biarkan aku rasakan cinta, dan biarkan semua merasakan cinta

tuhan, jika kau sudi cintailah aku dengan penuh kasihmu

tetaplah hidup dalam mimpiku

untukmu dengan penuh cinta

suri